Tampilkan postingan dengan label bhs.indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bhs.indonesia. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Mei 2010

Sejarah Mouse Komputer

Mouse pertama ditemukan oleh Douglas Engelbart dari Stanford Research Institute pada tahun 1963.
Mouse adalah satu dari beberapa alat penunjuk (pointing device) yang dikembangkan untuk oN Line System (NLS) milik Engelbard. Selain mouse, yang pada mulanya disebut “bug”, juga dikembangkan beberapa alat pendeteksi gerakan tubuh yang lain, misalnya alat yang diletakkan di kepala untuk mendeteksi gerakan dagu.

Karena kenyamanan dan kepraktisannya, mouse-lah yang dipilih.

Mouse pertama berukuran besar, kalau buat ukuran sekarang ini sudah termasuk monster. Mouse pertama kali menggunakan dua buah roda yang saling tegak lurus untuk mendeteksi gerakan ke sumbu X dan sumbu Y.

Engelbart kemudian mematenkannya pada 17 November 1970, dengan nama Penunjuk posisi X-Y untuk sistem tampilan grafis (X-Y Position Indicator For A Display System).


Pada waktu itu, sebetulnya Engelbart bermaksud pengguna memakai mouse dengan satu tangan secara terus-menerus, sementara tangan lainnya mengoperasikan alat seperti keyboard dengan lima tombol.

Sejarah SPBU, dan SPBU pertama di dunia !


Tempat pengisian bahan bakar bernama SPBU yang merupakan singkatan dari Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum sudah bukan menjadi tempat yang susah ditemui. Pasti kita semua tahu lokasi terdekat dari rumah, guna mengantisipasi kejadian mogok karena kehabisan bensin. Berikut Sejarah SPBU dan SPBU pertama di dunia:

Lahirnya SPBU
Dimulai dari sebuah era dimana lalu-lintas di Amerika mulai banyak menggunakan kuda ataupun kereta kuda. Setelah ditemukannya minyak dan kendaraan berbahan bakar gasolin maka para pengendara mulai berburu tempat penjualan gasolin seperti toko serba ada ataupun toko besi yang menjual bahan bakar tersebut serta pelumas.
spbu lama
Pada tahun 1907, John McLean seorang manajer penjualan Standar Oil Co (California) di Seattle – kelak menjadi Chevron, mendapatkan ide cemerlang. Ia memasang tangki berkapasitas 30 galon lalu menyambungkannya dengan selang untuk mengalirkan gasolin serta diujung selang ia memasang gelas ukur untuk menakar jumlah gasolin yang akan dijual kepada pembeli.

Dengan dilengkapi atap dari kanvas, jalur kendaraan serta meteran untuk mengetahui jumlah bahan bakar yang dijual maka jadilah sebuah SPBU pertama di dunia. Meskipun pada awalnya banyak mendapat perlawanan dari pemerintah lokal karena takut akan bahaya kebakaran namun masyarakat begitu terbuai dengan pelayanan SPBU ini.

Tahun 1914, Standard mengoperasikan 34 SPBU dan mereka menyebutnya pada waktu itu dengan istilah berada di 6 kota di California.

Dengan ditambahkannya fasilitas air bersih dan udara bagi ban kendaraan secara gratis maka berkembang menjadi stasiun layanan bahan bakar. Para pemilik kendaraan begitu tertarik mengunjungi SPBU jenis ini karena pemandangan dan model tamannya yang banyak diiikuti oleh seluruh SPBU milik Standard selama Perang Dunia I setelah Presiden Woodrow Wilson meminta warga Amerika untuk menjalankan gerakan taman rumah.
Rival Jarak Jauh
Periode pasca perang merupakan saat yang dramatis bagi pertumbuhan bisnis SPBU perusahaan ini. Akhir tahun 1919, Standard Oil Co (California) memiliki 218 SPBU yang tersebar di Washington, Oregon, California, Nevada serta Arizona yang jumlah ini adalah lebih banyak dari jumlah SPBU 3 perusahaan pesaingnya jika digabungkan.

Empat tahun kemudian jumlah SPBU milik perusahaan ini bertambah menjadi 700 unit yang tersebar di lima negara bagian tadi.

Dengan terus meningkatnya sistem jalan raya maka semakin mendorong para pemilik kendaraan untuk bepergian dengan jarak yang jauh. Oleh karenanya Standard menarik para pemilik kendaraan dengan menambahkan fasilitas kenyamanan di SPBUnya seperti ruang istirahat dan air minum dingin saat cuaca panas.

Fasilitas lainnya yang ditawarkan adalah pemeriksaan oli dan pembersihan karburator.
One-stop motoring
Standard memperkenalkan Standard Lubrication System yang terdiri dari 31 operasi terpisah dan belasan produk lainnya dengan harga sama di semua SPBU milik Standard pada awal 1928. Dengan terus ditambahkannya berbagai fasilitas layanan seperti pemeriksaan ban, lampu kendaraan, serta baterai kendaraan maka Standard telah mempelopori usaha layanan one stop motoring.

Layanan ini bersamaan dengan didirikannya Standard Stations Inc, sebuah anak perusahaan yang mengoperasikan seluruh fasilitas SPBU pada tahun 1931. Tanda SPBU ini berupa lampu neon berwarna merah, putih dan biru membentuk logo chevron (tanda kepangkatan).

Saat Amerika memasuki depresi ekonomi maka Standard mulai fokus pada peningkatan bisnis melalui standarisasi, tampilan menarik dan mudah dikenali, kualitas produk, layanan superior dan beroperasi secara efisien.
Tampilan Harmoni
SPBU milik Standard Oil Co. of California didesain untuk menyesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitarnya. Misalnya Standard membangun sebuah SPBU dengan type outdoor untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan pegunungan dan alam pedesaan di Amerika Serikat bagian barat.

Setelah Perang Dunia II, perusahaan meluncurkan Program SPBU Chevron di fasilitas yang dioperasikan oleh dealer swasta. Program ini bertujuan untuk memperkuat pengenalan konsumen atas BBM dan brand Chevron. Upaya pemasaran yang dilakukan Standard terus tumbuh pada akhir 1940an saat anak perusahaan ini mengoperasikan 2.360 SPBU Calso (California Standard Oil) di Timur Laut AS. Sepuluh tahun kemudian perusahaan ini mengubah brand SPBU Calso menjadi Chevron.

Pertumbuhan jaringan SPBU terus meningkat pada tahun 1961 saat Standard of Kentucky menjadi anggota keluarga Standard Oil Company of California. Dengan jumlah SPBU mencapai 8.500 unit, Standard of Kentucky terus memimpin persaingan dalam bisnis produk BBM di lima negara bagian yaitu Kentucky, Georgia, Florida, Alabama dan Mississippi.
Logo Kesuksesan
Tahun 1969, 2 tahun setelah dilakukan studi identitas korporat, Standard membuat logo baru berupa dua garis tebal berwarna biru dan merah sejajar menyerupai huruf V dengan kata Chevron diatasnya. Logo ini disebar di seluruh SPBU, pabrik pengepakan, kendaraan, kantor maupun kapal tempat dimana perusahaan ini melakukan usahanya yang mencerminkan tujuan terbaik yang dicapai di masa lalu, kualitas esensial perusahaan, serta menjadi perusahaan energi global di masa depan.
Menggabungkan citra
Tahun 1970an, Standard Oil Co of California memperkenalkan jenis SPBU Hallmark dan Suburban. Desain SPBU Hallmark bercirikan atap yang rata dan bersih dengan garis-garis kontemporer sedangkan SPBU Suburban atapnya mirip dengan bangunan perumahan penduduk.

Dimanapun Standard beroperasi maka yang terbayang adalah perusahaan yang memberikan citra modern, berorientasi teknis, dan berskala internasional. Keseragaman arsitektur, tata letak, logo perusahaan dan warna memudahkan pemilik kendaraan mengenali SPBU Chevron dan kualitas bahan bakar yang dijualnya.

Saat Chevron merger dengan Gulf Corporation maka 3.600 unit SPBU milik Gulf mengadopsi brand Chevron yang bernama ”Hallmark 21”. Saat yang sama ada sejumlah kecil SPBU Gulf yang tetap memakai brand lama untuk mempertahankan konsumennya.
Waktu berganti, meningkatkan standar
Tahun 1988, Chevron meluncurkan program pemasarn retail yang bernama “Commitment to Service Excellence” guna meningkatkan layanan konsumen.

Tujuan utama program ini adalah agar dealer Chevron menawarkan produk kualitas tinggi dengan harga yang bersaing, memenuhi waktu operasi, menawarkan sejumlah cara pembayaran, keamanan, akses mudah menuju SPBU, kemudahan mengoperasikan pompa gasolin, kebersihan, SPBU yang menarik serta terang dengan cahaya lampu, juga layanan yang prima.

Untuk mempercepat transaksi di SPBU, Chevron menjadi perusahaan pertama dalam industi ini yang menggunakan jaringan satelit dalam mengelola kartu kredit. Sistem ini dikenal dengan nama Fast Pay yang terdiri dari alat pembaca kartu kredit yang dirancang bergabung dengan pompa gasolin serta dihubungkan dengan satelit yang mengorbit diatas kepulauan Galapagos.

Dengan terus berkembangnya inovasi di SPBU maka Chevron telah jauh berkembang dari konsep SPBU awal yang dibangun di Seattle 9 dekade lalu yang belum sepenuhnya memuaskan konsumen.

Apa yang akan dikatakan oleh sang penemu SPBU bernama John McLean jika ia berjalan diantara SPBU Chevron hari ini? Mungkin ia akan berkata, “Isilah kendaraan Anda dengan bahan bakar dari Chevron yang menggunakan Techron (Technology Chevron).”

Rabu, 10 Maret 2010

Biografi Kakek Saya .

Aktor Film

Rachmat Hidayat







Ia merupakan salah seorang pemain film yang mengandalkan bakat alam, tanpa dibekali pengetahuan akting secara akademis, karena pendidikan sekolah rakyat pun tidak di tamatkannya. Aktor film kelahiran Bandung, Jawa Barat, 1 Juli 1933 ini, pada mulanya tidak berniat menjadi aktor, tapi entah mengapa hatinya luluh ketika diajak oleh Masito Sitorus menemui Usmar Ismail untuk bermain dalam film Toha Pahlawan Bandung Selatan (1961).



Sejak itulah Rachmat sering di ajak main film oleh sutradara Usmar Ismail, antara lain dalam film, Anak Perawan Di Sarang Penjamun (1962, yang di angkat dari roman Sutan Takdir Alisjahbana), Anak-Anak Revolusi (1964), Liburan Seniman (1965), The Big Village dan Ananda (keduanya tahun 1970).



Tahun 1964, ia memerankan Wolter Robert Monginsidi dalam film Teror di Sulawesi Selatan yang disutradarai oleh Bambang Hermanto. Tahun 1978, menokohkan penjahat yang pernah beroperasi di daerah Jawa Barat pada tahun 1970-an dalam film Mat Peci. Tahun 1982, Rahmat memerankan Dubes Indonesia di Thailand dalam film Peristiwa Don Muang yang pengarapannya tidak sampai selesai.



Telah banyak prestasi yang diperoleh Rachmat Hidayat, antara lain, Aktor terbaik (1970) lewat film The Big Village, Aktor Harapan I (1971) lewat film Sanrego, Aktor Harapan II (1972) lewat Akhir Cinta di Atas Bukit, ketiga-tiganya menurut pilihan PWI Jaya.



Untuk pertama kali ia memperoleh piala Citra ditahun 1977 sebagai Aktor Pendukung Terbaik dalam film Apa Salahku. Puncak prestasi dialaminya ketika ia menerima Citra sebagai Aktor Utama Terbaik dalam film Pacar Ketinggalan Kereta (1989), Arahan Teguh Karya. Dua tahun kemudian kembali merebut piala Citra sebagai Aktor Pendukung Terbaik karena perannya sebagai Obing dalam film Boss Carmad (FFI 1991). Ia juga masuk nominasi FFI dalam November 1828 (FFI 1979), Tali Merah Perkawinan (FFI 1982), Titian Serambut Dibelah Tujuh (FFI 1983) dan Potret (FFI 1991).



Selain terlibat sebagai aktor, Rachmat Hidayat, peraih Penghargaan Kesetian Profesi Dewan Fi;m Nasional tahun 1991 ini, ia juga sudah berkali-kali di belakang kamera sebagai asisten unit dalam film Ananda dan film Dunia Belum Kiamat (1971), juga sebagai Produser dalam film Tikungan Maut (1965) Dalam berorganisasi ia juga pernah menjabat Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI), Cabang Bandung dan pernah di calonkan sebagai ketua PARFI Pusat.



(Berbagai Sumber)


Nama :

Rachmat Hidayat



Lahir :

Bandung, Jawa Barat,

1 Juli 1933



Pendidikan :

Sekolah Rakyat

(tidak selesai)



Penghargaan :

Aktor terbaik PWI Jaya dalam film Big Village (1970),
Aktor Harapan I PWI Jaya dalam film Sanrego (1971),

Aktor Harapan II PWI Jaya dalam film Akhir Cinta di Atas Bukit (1972),

Piala Citra sebagai Aktor Pendukung Terbaik dalam film Apa Salahku (1977),

Piala Citra sebagai Aktor Utama Terbaik dalam film Pacar Ketinggalan Kereta

(1989)

Piala Citra sebagai Aktor Pendukung Terbaik dalam film Boss Carmad (FFI 1991),

Penghargaan Kesetian Profesi dari Dewan Film Nasional (1991)



Filmografi :

Toha Pahlawan Bandung Selatan (1961),

Anak Perawan Di Sarang Penjamun (1962),

Teror di Sulawesi Selatan (1964),

Semusim Lalu (1964),

Liburan Seniman (1965),

Tikungan Maut (1966),

Gadis Kerudung Merah (1967),

Ja Mualim (1968),

Big Village (1970),

Ananda (1970),

Lewat Tengah Malam (1971),

Si Mamad (1972),

Ayah (1973),

Mei Lan Aku Cinta Padamu (1974),

Si Kabayan Apa Salahku (1976),

Badai Pasti Berlalu (1977),

November 1828 (1978),

Anak-anak Buangan (1979),

Kembang Semusim (1980),

Tali Merah Perkawinan (1981),

Gadis Marathon (1981),

Titian Serambut Dibelah Tujuh (1982),

Gepeng Bayar Kontan (1983),

Kenikmatan (1984),

Arie Hanggara (1985),

Kasmaran (1987),

Omong Besar (1988),

Pacar Ketinggalan Kereta (1989),

Oom Pasikom (1990),

Potret (1991),

Boss Carmad (1991),

Si Kabayan Saba Metropolitan (1992),

Si Kabayan Mencari Jodoh

(1994)



Sinetron :

Saling Silang (1994),

Sahabat Pilihan,

Pondok Pak Jon,

(I-III, 1993-1995)

Halimun

Selasa, 09 Maret 2010

Resensi : The Hurt Locker


Resensi Film - Seperti diketahui, film The Hurt Locker berjaya di ajang Piala Oscar 2010. Film arahan sutradara Kathryn Bigelow itu meraih enam penghargaan. Bagaimana sinopsisnya?

Jalan-jalan ke Irak yuk ! Gile LU ! Hahaha mungkin itu yang bakal temen2 bilang klo ada seseorang yang iseng mengajak anda. Tapi tidak bagi tentara Amerika & Sekutu yang memang dalam tugas negara harus berada disana.

Film The Hurt Locker adalah sebuah film perang / war thriller yang dirilis tahun 2008, namun baru beredar secara komersil tahun 2009 ini di sebagian tempat di dunia, termasuk Amerika dan Indonesia.

Film Perang ? Boring gung, dah gak jamannya !

Memang , :) tapi tidak untuk yang satu ini. The Hurt locker unik, menegangkan, dan memiliki bagian drama yang cukup menyentuh hati. Dengan gaya pengambilan gambar layaknya film dokumenter, makin menambah keunikan Film The Hurt Locker !

Pemeran : Jeremy Renner, Anthony Mackie, Bryan Geraghty, Evangeline Lilly, David Morse, Ralph Fiennes, Guy Pearce

Sutradara : Kathryn Bigelow

Film ini bercerita tentang sebuah grup kecil penjinak bom Angkatan Darat Amerika (U.S.ARMY) ketika bertugas di Irak tahun 2004. Sersan William James (Jeremy Renner), Sersan J.T. Sanborn (Anthony Mackie) dan Specialis Owen Eldridge (Brian Geraghty) dari Bravo Company ditugaskan menjinakkan bom2 bikinan rumahan atau rakitan dalam tugas kesehariannya.

Bukan tugas yang susah namun menjadi sangat susah akibat medan yang sangat asing bagi mereka, warga yang mencurigai setiap kehadiran pasukan amerika, serta ketidak jelasan jenis bom yang akan dijinakkan.


Sersan James adalah anak baru di team Bravo setelah menggantikan pendahulunya yang meninggal terkena ledakan bom. Sersan James (fokus utama cerita ini) adalah seorang yang cuek, terkadang terlalu blak-blakan dan terkesan selonongan dalam mengerjakan tugas, namun karena pengalaman yang sudah sangat banyak, sersan James bisa menjinakkan semua bom yang ditemukan dengan sempurna tanpa cela .. :twisted:

Sersan Sanborn bertugas sebagai kepala suku , terkesan sebagi pemimpin yang disiplin , selalu mengikuti peraturan dan tegas dalam menjalankan tugasnya. Di awal2 film kita akan menyaksikan betapa kepribadian Sanborn tidak cocok dengan James.

Beberapa adegan dalam menjinakkan bom, terjebak di padang pasir dengan bidikan sniper musuh ditata dengan apik sehingga dijamin membawa ketegangan tersendiri ! 8O Nama2 besar seperti Guy Pearce (The Green Mile) , Ralph Fiennes (aktor besar Inggris) dan Evangeline Lilly (Lost) justru hanya tampil sebagai pemain pembatu (Cameo) di film ini ! sungguh terlalu hehehe …

Kathryn Bigelow sebagai sutradara, pernah menyutradarai film bagus Point Break. mengajak kita langsung berada di tengah2 aksi. Tanpa Basa-basi kepanjangan , tanpa terlalu banyak intro dan obrolan. Semua disajikan langsung, tepat sasaran , tanpa menghilangkan karakter pemain , esensi dan alur cerita. Pengambilan gambar yang sangat apik, efek slow motion yang digunakan untuk mencerminkan ledakan bom ditata dengan begitu baik sehingga film ini terasa sangat ‘besar’ skala nya, walau hanya berkutat kepada kisah 3 serangkai Bravo team.

Film ini tentunya bersifat hiburan semata, kita tidak akan pernah tahu bagaimana kejadian sebenarnya di Irak sana, bisa jadi lebih menegangkan dari yang digambarkan.

Mengapa Kita Harus Belajar Bahasa Indonesia ???

BAHASA merupakan sebuah komunikasi antara seseorang dengan orang lain sehingga membentuk sebuah interaksi melahirkan pemahaman antara keduanya. Bahasa juga dapat diibarat sebuah remote control yang dapat menyetel manusia tertawa, sedih, menangis lunglai, semangat dan sebagainya. Bahasa juga dapat digunakan untuk memasukkan gagasan-gagasan ke dalam pikiran manusia.

Mengapa saya harus belajar bahasa Indonesia ?
Alasannya adalah, saya tahu betapa pentingnya sebuah bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi yang dipakai di Indonesia. Pertanyaannya sekarang apakah bahasa Indonesia saya sudah baik dan benar? Tentu saya masih ragu untuk menjawabnya.
Kita sebagai warga Negara Indonesia pasti sadar diri, betapa banyaknya ragam bahasa di Indonesia. Lain daerah lain bahasa, orang Sumatera memiliki bahasa sendiri, orang Jawa memiliki bahasa sendiri, orang Kalimantan memiliki bahasa sendiri. Dan ragam bahasa itu menjadi kebanggaaan kita sebagai warga Negara Indonesia.

Minggu, 07 Maret 2010

Biografi

Tessa Maulia Lenggana, dilahirkan di Bandung, pada tanggal 6 April 1989 dari Ayah Deden Rachmawan (alm.) dan Ibu Ellys Herliana. Anak kedua dari dua bersaudara.

Sekolah Dasar diselesaikan tahun 2001 di SDN Banjarsari III, Sekolah Menengah Pertama diselesaikan tahun 2004 di SMPN 13 Bandung, dan selanjutnya menyelesaikan Sekolah Menengah Atas tahun 2007 di SMAN 5 Bandung. Pada tahun 2007 hijrah ke Jakarta menyusul orang tua yang terlebih dahulu pindah dikarenakan tuntutan pekerjaan. Dan alhamdullilah sampai sekarang, masuk ke Fakultas Ekonomi jurusan Manajemen Gundarma.

Selasa, 02 Maret 2010

Apa itu Penalaran ?

Penalaran secara literal Bahasa Inggris adalah reasoning. Berasal dari kata reason, yang secara literal berarti alasan. Berarti reasoning atau to reason adalah memberikan/memikirkan alasan.

Mungkin beberapa dari kita masih belum memahami betul apa arti penalaran. Apakah orang yang salah nalar berarti orang bodoh? Tidak. Orang salah nalar bisa terjadi karena strategem (kecohan yang bertujuan tertentu), salah nalar (reasoning fallacy), atau salah nalar karena aspek kemanusiaan. Jadi, bedakan antara penalaran dan kebodohan.

Penalaran dari aspek teoritis dapat didefinisikan sebagai proses berpikir logis dan sistematis untuk membentuk dan mengevaluasi suatu keyakinan terhadap pernyataan atau asersi.

Tujuan dari penalaran adalah untuk menentukan secara logis dan objektif, apakah suatu pernyataan valid (benar atau salah) sehingga pantas untuk diyakini atau dianut.

Dari definisi dan tujuan, dapat dilihat bahwa penalaran digunakan untuk mengevaluasi apakah suatu pernyataan itu dapat diyakini atau dianut. Atau kembali secara literal, kita melihat alasan (reason) dibalik suatu pernyataan.

Disini akan saya kaitkan secara langsung dengan contoh. Pemimpin teroris mengatakan bahwa orang-orang diluar dari orang golongannya adalah kafir dan halal untuk dibunuh. Kalau kita tanya ke pemimpin teroris, kenapa Pak pimpinan teroris? Jawabannya, karena tertulis bahwa yang diluar jalan kita, adalah kafir. Atau mungkin jawaban lainnya, saya ini pimpinan yang dipilih oleh kekuasaan yang lebih tinggi. Kalian bisa percaya kekuasaan tertinggi, maka kalian harusnya bisa percaya kata-kata saya.

Contoh diatas menjelaskan bahwa pemimpin teroris membuat pernyataan. Pernyataan ini digunakan untuk membentuk keyakinan. Pernyataan dari pemipin teroris beserta alasannya perlu kita kaji dengan menggunakan penalaran. Penalaran akan menentukan apakah pernyataan dari pimpinan teroris ini layak untuk kita yakini atau tidak.

Sekarang kita mulai melakukan pembahasan mengenai penalaran.

Bila dilihat dari definisi teori, maka ada 3 komponen pembentuk penalaran yaitu, pernyataan (asersi), keyakinan, dan argumen. Pernyataan merupakan masukan (input) dari penalaran. Argumen merupakan proses dari penalaran, yaitu proses saling menginferensikan pernyataan-pernyataan yang ada. Kemudian, keyakinan bahwa pernyataan konklusi valid adalah keluaran (output) dari penalaran.

Argumen merupakan serangkaian asersi beserta inferensi atau penyimpulan yang terlibat didalamnya, merupakan poin penting dalam penalaran. Argumen ini merupakan bukti rasional akan kebenaran suatu pernyataan. Berarti, argumen berfungsi untuk memelihara, membentuk, atau mengubah keyakinan.

Diatas terlihat bahwa argumen terdiri dari asersi. Asersi adalah penegasan tentang sesuatu hal atau realitas yang dinyatakan dalam bentuk kalimat atau ungkapan. Asersi ini harus dikuantifikasikan untuk membatasi asersi universal/umum menjadi spesifik dan menentukan hubungan inklusi, eksklusi, saling-isi.

Pengkuantifikasian ini adalah: sedikit, banyak, tak semua, beberapa, semua

Penyajian asersi akan lebih baik bila berdasar bentuk daripada makna. Contoh berdasar makna: Semua dosen adalah pendidik. Berdasar makna, orang akan melihat makna asersi daripada bentuknya. Contoh berdasar bentuk: semua A adalah B. Bila berdasar bentuk, A atau B kita ganti dengan apapun, asersi itu akan tetap benar.

Hubungan asersi:

Asersi inklusi: semua A adalah B, tidak semua B adalah A

Asersi ekslusi: tidak satupun A adalah B, tidak satupun B adalah A

Asersi saling isi: Beberapa B adalah A (bila menggunakan diagram venn, akan lebih terlihat bahwa Ada himpunan B dan A, dimana ada potongan antara B dan A)

Bila menggunakan himpunan, maka akan terlihat perbedaan antara bersertifikat akuntan publik dan akuntan publik bersertifikat. Asersi pertama menunjukkan bahwa ada himpunan orang-orang bersertifikat, salah satunya adalah akuntan publik (himpunan bersertifikat dokter, bersertifikat dosen, bersertifikat guru, bersertifikat akuntan publik). Asersi kedua berarti ada himpunan akuntan (akuntan, akuntan publik, akuntan pajak), dan dalam akuntan publik, ada akuntan publik bersertifikat dan akuntan publik tidak bersertifikat. Disini terlihat bahwa beda asersi, maknanya bisa berbeda.

Ada beberapa jenis asersi, yaitu asumsi, hipotesis, dan pernyataan fakta. Asumsi adalah asersi yang kebenarannya tidak diketahui, tetapi kita yakini benar. Hipotesis adalah asersi yang kebenarannya belum teruji. Pernyataan adalah fakta, adalah asersi yang kebenarannya jelas diketahui. Fungsi asersi ini adalah untuk pernyataan premis atau konklusi.

Keyakinan adalah kebersediaan untuk menerima bahwa suatu asersi adalah benar tanpa memperhatikan apakah argumen valid atau tidak atau apakah asersi tersebut benar atau tidak.

Properitas keyakinan terdiri dari:

•Keadabenaran: suatu keyakinan 'proper' bila ada kebenarannya

•Bukan pendapat: suatu keyakinan harus bukan merupakan pendapat seorang (paling tidak pendapat seorang yang sudah disetujui bersama-sama)

•Bertingkat: ada tingkatan keyakinan (tidak yakin-yakin sekali)

•Berbias: keyakinan bisa berbeda-beda tiap orang, dipengaruhi berbagai hal (contoh, keyakinan bahwa ajaran suatu agama paling benar)

•Bermuatan nilai: keyakinan dilekati nilai-nilai (etika, moral, agama)

•Berkekuatan: kekuatan keyakinan orang.

•Veridikal: kesesuaian keyakinan dengan kenyataan.

•Berketertempaan: keyakinan harus tidak mudah untuk diubah.

Argumen terdiri dari Argumen deduktif, dan nondeduktif (induktif, analogi, sebab akibat).

Argumen deduktif adalah argumen yang simpulannya diturunkan dari serangkaian asersi umum yang disepakati atau dianggap benar (disebut premis baik major maupun minor). Pada umumnya berstruktur silogisma sehinga disebut argumen logis (logical argument).

Contoh:
Semua binatang menyusui berparu-paru. Kucing adalah binatang menyusui. Kesimpulannya, kucing berparu-paru.

Kriteria kebenaran argumen deduktif ini adalah kelengkapan, kejelasan (apakah artinya jelas), validitas (konklusi mengikuti premis), keterpercayaian (premis dapat dipercaya).

Kebenaran konklusi dalam argumen deduktif adalah kebenaran logis bukan kebenaran empiris (realitas).

Kriteria kebenaran logis: semua premis benar, konklusi mengikuti semua premis, semua premis dapat diterima.

Argumen induktif adalah argumen yang simpulannya merupakan perampatan atau generalisasi dari keadaan atau pengamatan khusus sebagai premis. Generalisasi menjadikan argumen induktif merupakan argumen ada benarnya (plausible argument) bukan argumen pasti benarnya atau logis (logical argument).

Contoh argumen induktif: Kebanyakan orang Jawa Timur berani bicara. Wardoyo orang Jawa Timur. Kesimpulannya, Wardoyo berani berbicara. Argumen ini boleh jadi benar atau belum tentu benar (untuk meyakinkan, perlu dilekati confidence level, misalnya 95%).

Argumen Analogi: Argumen yang menurunkan konklusi atas dasar kemiripan karakteristik, pola, fungsi, atau hubungan unsur suatu objek yang disebutkan dalam asersi. Kemiripan ini merupakan hubungan konseptual bukan hubungan fisis atau keidentikan. Analogi ini memiliki kelemahan, karena bagaimanapun juga apa yang dianalogikan memiliki banyak kelemahan. Perbedaan yang melemahkan konklusi sering disembunyikan, padahal perbedaan sering lebih dominan daripada kemiripan.

Argumen Sebab Akibat: Argumen untuk mendukung bahwa perubahan faktor tertentu disebabkan oleh faktor yang lain. Kriteria penyebaban: Faktor sebab bervariasi dengan faktor akibat (efek), faktor sebab terjadi sebelum atau mendahului faktor akibat, tidak ada faktor lain selain faktor sebab yang diidenfikasi.